Home » Akuntansi Dasar » Melakukan Check List (Inventarisir)

Melakukan Check List (Inventarisir)


Mula-mula adakan cek list terhadap semua asset usaha anda, seperti menghitung jumlah barang persediaan yang di jual, harga inventaris seperti kaca etalase, rak barang, kulkas minuman dan sebagainya dengan memberi nilai nominal (rupiah). Kemudian lakukan penilaian atas bangunan anda diluar nilai tanah, dan jika bangunan tersebut adalah sewa, hitung sisa sewa yang belum jatuh tempo. Lihat harta usaha anda yang lain seperti jumlah kas (uang tunai) perlengkapan usaha dan lain sebagainya.

Selanjutnya adalah lihat apa anda punya utang atau tidak kemudian catat jika ada. Dan periksa apa anda punya piutang (kredit orang terhadap anda) kemudian catat bila ada. Jika ada kendaraan apakah anda akan memasukkan sebagai asset usaha atau asset pribadi. Jika asset usaha catat nilainya sekarang (bukan harga waktu di beli) dan jika kendaraan kredit, hitung sisa berapa yang belum di bayar lalu catat.

Dari proses tersebut di atas lakukan pengelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :

1. Kelompok harta

Mulai dari uang tunai, piutang orang, perlengkapan usaha, persediaan barang, peralatan (kalau ada), Inventaris, Kendaraan, Bangunan (jika Milik Sendiri) atau sewa di bayar di muka jika di kontrak, kemudian tanah (jika bangunan dan tanah bukan kontrak).

2. Kelompok Kewajiban

Berapa Jumlah Utang Dagang anda (hutang karena beli barang) kemudian berapa hutang kredit Bank anda (Utang Bank kalau ada) kemudian berapa Utang Kredit Kendaraan (Utang Kredit Kendaraan kalau) atau utang pada pihak ketika (pinjam ke saudara, atau keluarga yang di jadikan tambahan modal usaha)

3. Kelompok Modal

Untuk mengetahui jumlah dari modal anda adalah sisa melakukan pengurangan antara Kelompok Harta di kurangi Kelompok Kewajiban maka itulah nilai nominal modal anda.

Namun jika ada baru berniat membuka sebuah usaha baru dengan melakukan setoran tunai maka itu mudah saja langusng saja di buat Kas Rp. Xxx dan Modal Rp. Xxx. Tapi perlu di ingat bawah penyerahan uang tersebut dari anda sebagai pemilik modal kepada anda sendiri sebagai pengelola usaha harus ada tanda bukti sekurang-kurangnya kwitansi tetapi yang lebih baik dengan berita acara !

Ada satu hal yang mungkin harus anda ketahui yaitu, mulailah untuk melakukan pemisahaan antara uang pribadi anda dengan uang kas usaha anda. Jangan di satukan dan kalau perlu tetapkan gaji untuk diri anda sendiri. Atau cara kedua adalah dengan memasukkan semua pengambilan anda sebagai prive (pengambilan pribadi) tapi cara ini akan sulit anda pahami. Sebagian pengusaha lebih senang menggunakan cara yang pertama.

Dari kegiatan ini anda akan menghasilkan satu Neraca yang di sebut Neraca Awal

Contoh Neraca Awal adalah Neraca paling pertama di buat atau neraca baru untuk awal siklus akuntansi

Contoh Neraca Awal

Back To Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana