Home » Akuntansi Dasar » Pengumpulan Bukti Transaksi

Pengumpulan Bukti Transaksi


Pengumpulan Bukti Transaksi. Jika anda telah melakukan langkah I, kegiatan selanjutnya adalah melakukan pengumpulan bukti transaksi. Bagi yang telah lama berusaha dan baru membuat pembukuan, bukti transaksi yang di kumpulkan adalah Bukti transaksi setelah melakukan Cek list (Langkah I) dan bukti sebelumnya tidak berlaku lagi.

Bagi yang baru ingin melakukan usaha silahkan mengumpulkan bukti transaksi sejak di buatkannya berita acara / kwitansi penyerahan modal.

Untuk mengetahui definisi bukti transaksi baca artikel : Contoh Bukti Transaksi Keuangan.

Bukti transaksi ini di kumpulkan selama satu priode tertentu seperti masa satu bulan, 3 bulan, 6 bulan atau satu tahun. Tetapi proses pencatatan sebaiknya di lakukan tiap bulan untuk mengetahui kondisi dan perkembangan usaha tiap bulan.

Jadi proses akuntansi itu tidak di kerjakan tiap hari, tetapi hanya satu kali satu bulan tetapi mengumpulkan bukti transaksi itulah yang di kerjakan tiap hari.

Hal selanjutnya adalah melengkapi bukti transaksi yang di kumpulkan. Contohnya saja anda melakukan pembelian barang tetapi tidak ada nomor nota-nya, silahkan isi sendiri, tidak usah repot pergi ke toko tempat membeli dan meminta di kasih nomor. Terus periksa tanggal, bulan dan tahunnya, lengkapi jika kosong. Kemudian lengkapi Nama Toko atau pemilik toko dan alamat tokonya, karena jangan sampai di kuatirkan pembelian anda adalah dengan cara kredit (Utang) sehingga data anda tidak lengkap. Begitu pun dengan bukti yang lain seperti Nota Penjualan, pastikan anda punya copy nota-nya sebagai data untuk anda.

Atau mungkin jika anda melakukan pembayaran gaji karyawan, upayakan anda punya bukti pembayaran baik secara kolektif (sekaligus untuk semua karyawan) atau dengan slip gaji yang ada copy-nya untuk data keuangan anda.

Saya kira sampai di sini kita sudah cukup paham bahwa data transaksi itu harus benar-benar jelas dan mengandung informasi antara lain : Nomor, Tanggal, Nama, Alamat, Jenis pembayaran, jumlah nominal. Karena yang di jadikan bukti transaksi keuangan itu adalah yang memiliki nilai nominal saja. Artinya walau data dalam bukti tersebut lengkap tapi tidak punya nilai nominal maka tidak bisa dijadikan/sebut bukti transaksi.

Back to Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana