Home » Akuntansi Dasar » Membuat Penyesuaian (Jurnal Penyesuaian)

Membuat Penyesuaian (Jurnal Penyesuaian)


Membuat Penyesuaian (Jurnal Penyesuaian). Memasuki proses berikutnya adalah melakukan penyesuai terhadap beberapa perkiraan atau akun. Contohnya akun persediaan yang setiap kali terjadi penjualan, tidak pernah di kurangi padahal persediaan berkurang. Disinilah pentingnya untuk membuat catatan stock barang. Dimana setiap kali terjadi pembelian barang dan penjualan barang selalu di catat.

Dalam cacatan stock barang memuan informasi tentang jenis barang yang terjual dan yang di beli. Bedanya ketika terjadi pembelian atau penjualan yang di catat bukan nilai nominalnya tetapi jenisnya saja. Karena yang di jadikan sebagai nominal persediaan adalah :

Persediaan barang awal + Pembelian – Penjualan

Yang di hitung adalah jenisnya, kemudian sisa barang tersebut di kalikan dengan harga perolehan (pembelian) masing masing tiap item kemudian di jumlah total. Maka itulah nilai persediaan akhir. Saya harap ini bisa di mengerti. Karena sering terjadi kasus Nominal Persediaan awal + nominal pembelian – Nominal penjualan. Kalau ini terjadi maka persediaan akhir anda pasti akan sangat kurang nominalnya. Selanjutnya diLaporan Harga Pokok penjualan, keuntungan anda akan kecil.

Untuk memahami ini kita buat contoh

Persediaan awal :

10 dos Mie instan @ Rp. 1.750  = Rp. 17.500

Pembelian

20 dos mie instan @ Rp. 1.750  = Rp. 35.000

Penjualan :

15 dos mie instan @ Rp. 2.000  = Rp. 30.000

Jika anda menggunakan nilai nominalnya untuk mengetahui persediaan akhir maka akan di temukan hasil

17.500 + 35.000 – 30.000 = 22.500 ( Persediaan akhir = 22.500 )

Jika anda menggunakan rumus ini untuk mengukur persediaan maka anda Salah ! Yang benar adalah :

10 dos + 20 dos – 15 dos = 15 dos ( Persediaan akhir = 15 dos x 1.750 = 26.500 )

Kemudian dalam pencatatan dalam jurnal penyesuaian ada 2 metode yang di gunakan untuk mencatat jurnal yaitu :

1. Metode rugi laba (sistim perpetual) :

HPP                                        Rp. xxx

Persediaan barang                          Rp. xxx

Dibuka akun baru yaitu HPP (harga Pokok Pembelian)

2. Metode Pembelian (sisten periodic) :

Persediaan Barang          Rp. Xxx

Pembelian                                          Rp. Xxx

Ongkos Angkut Pembelian          Rp. Xxx

HPP                        Rp. Xxx

Persediaan Barang                          Rp. Xxx

Yang membedakan dari metode ini adalah pebelian dan ongkos angkut pembelian di tutup saat penyesuaian, sehingga saldo buku besar nantinya pada akun pembelian dan ongkos angkut, akan menjadi Nol Rupiah dan persediaan bertambah.

Dalam kesempatan mendatang kita akan melakukan praktek untuk contoh kasus ini dan menjelaskan kedua metode di atas dengan terperinci.

Kami telah berupaya untuk anda dapat mengetahui sistem ini dan mudah-mudahan dapat di mengerti secara mudah dan selanjutnya kita akan memasuki input buku besar setelah penyesuaian !

Back to Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana