Home » Akuntansi Dasar » Contoh Bukti Transaksi Keuangan

Contoh Bukti Transaksi Keuangan


Contoh Bukti Transaksi Keuangan. Sebagai artikel perdana pada Akuntansi ID ini, kami coba untuk mengangkat tema Contoh Bukti Transaksi Keuangan yang mana bukti transaksi keuangan adalah proses paling awal dari rangkaian siklus akuntansi. Ini menandakan bahwa tanpa bukti transaksi maka tak akan ada pula yang namanya proses akuntansi.

Apa itu Bukti Transaksi ?

Pertanyaaan tersebut di atas mungkin akan timbul di benak kita, sebagai orang yang tidak mengenal tentang akuntansi (tidak berlaku bagi akuntan, hehehe ..). sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita buat simulasinya dulu agar mudah bagi kita memahami tentang apa itu bukti transaksi.

Contoh kasus 1 : Katakanlah anda seorang pimpinan perusahaan meminta karyawan anda membeli barang di toko A. Kemudian dari pembelian itu anda menerima sebuah nota dari karyawan tersebut tentang jumlah pembelian barang, jenis barang, jumlah barang dan harga barang tersebut. Apakah dari nota tersebut anda memperoleh sebuah informasi yang memiliki nilai nominal ?

Contoh kasus 2 : Katakanlah anda seorang direktur dan punya tabungan giro di bank. Anda membayar hutang kepada suplier anda dengan menggunakan cek. Cek tersebut anda serahkan pada suplier anda dan potongan cek itu ada pada anda sebagai pemilik giro, apa anda melihat sebuah informasi yang menunjukkan nilai nominal pada potongan check anda tersebut.

Contoh kasus 3 : Katakanlah anda pemilik toko, kemudian anda membeli barang dengan cara kredit dari suplier anda. Barang tersebut di antar ke toko anda kemudian pengantar memberi anda sebuah nota tentang jenis barang, jumlah, harga satuan dan harga total. Apa anda melihat ada nilai nominal dalam nota tersebut ?

Maka untuk menjawab pertanyaan “Apa itu bukti transaksi” sudah terjawab. Yaitu Bukti Transaksi adalah segala catatan transaksi keuangan yang memiliki nilai nominal baik secara tunai (cash) atau non tunai (kredit). Itu adalah pengertian yang kita dapatkan dari contoh-contoh kasus di atas. Untuk mengetahui pengertian secara umum bisa melihat di situs resmi PSAK .

Tetapi yang jelas bahwa kita sudah paham tentang apa itu bukti transaksi secara logika. Yang mana Bukti transaksi adalah dasar awal kegiatan pencatatana Akuntansi.

Beberapa contoh bukti transaksi yang sering kita gunakan seperti :

  1. Nota Pembelian dan Nota penjualan
  2. Cek
  3. Rekening Tagihan listrik, air dan telepon
  4. Slip Setoran dan slip Penarikan bank
  5. Memo

Dengan penjelasan singkat tersebut, kami berharap bahwa anda akan bisa memahami tentang Contoh Bukti Transaksi Keuangan yang di jadikan dasar acuan pembuatan sebuah laporan keuangan dalam kegiatan Akuntansi.