Home » Akuntansi Dasar » Cara Mudah Belajar Akuntansi

Cara Mudah Belajar Akuntansi


Cara Mudah Belajar Akuntansi.  Mempelajari akuntansi jika di lakukan dengan benar maka akan sangat mudah untuk di pahami. Ada beberapa tingkat yang harus di pelajari secara berurut. Tidak boleh langsung pada tingkat yang seharusnya belum bisa di pelajari. Misalnya langsung mempelajari neraca, kemudian mencari tau bagaimana cara membuat neraca. Tetapi harus mempelajari dari awal sehingga neraca bisa terbentuk. Maka cara belajar akuntansi adalah dengan mengikuti langkah tingkat dasar akuntansi berikut :

Dasar-dasar Akuntansi

Yang paling pertama harus di ketahui adalah tentang dasar-dasar akuntansi. Dimulai dari mengenal bukti transaksi dan mengerjakan persamaan dasar akuntansi. Untuk artikel tersebut telah kami tuliskan dalam artikel : Logika Persamaan dasar Akuntansi.

Jika kita telah mahir mengerjakan persamaan dasar akuntansi, berarti kita telah paham dari apa yang menjadi inti akuntansi itu dan memahami logika akuntansi dengan menggunakan persamaan dasar akuntansi yang menganut rumus tunggal Harta = Utang + Modal

Jika persamaan tersebut telah di kuasai maka selanjutnya pada tingkat menjurnal. Hal yang paling inti dari kegiatan menjurnal adalah dengan memahami debet dan kredit. Karena dalam proses jurnal yang menjadi perhatian utama adalah tenang debet dan kredit. Untuk masalah ini telah kami tuliskan dalam artikel : Memahami Debet Kredit

Jika tidak bisa memahami ini maka sebaiknya untuk tidak melangkah pada tingkat berikutnya sebelum anda benar-benar mahir dalam dasar-dasar akuntansi.

Akuntansi Aktiva

Berikutnya adalah memahami tentang Aktiva atau juga di kenal sebagai asset (Harta). Dari sini kita akan mempelajari tentang apa saja yang menjadi bagian dari aktiva tersebut. Dan pengenalan akan aktiva lancar dan aktiva tetap. Yang di pelajari misalnya Sifat aktiva, bentuk aktiva dan definisi aktiva.

Akuntansi Kewajiban dan ekuitas

Yang menjadi fokus selanjutnya adalah tetang kewajiban dan modal. Pada bagian ini kita akan mempelajari hampir sama dengan Aktiva di atas yaitu tentang pengenalan Utang baik jangka panjang atau jangka pendek. Kemudian modal dan apa saja yang mempengaruhi modal (ekuitas).

Penyusunan Neraca

Pada bagian ini kita sudah di ajarkan untuk membentuk neraca. Neraca itu ada banyak jenisnya dan terkadang orang mengatakan bahwa jika neraca sudah di bentuk maka laporan keuangan sudah bisa di sajikan. Hal tersebut benar tetapi kurang tepat karena data neraca itu masih butuh untuk diolah. Ada beberapa neraca yang perlu untuk di ketahui yaitu :

  1. Neraca Awal Yaitu neraca yang di gunakan sebelum proses awal kegiatan akutansi. Contoh neraca ini adalah ketika memulai usaha maka neraca-nya adalah Harta = Utang + Modal ( 0 = 0 + 0 ). Barulah pada bulan pertama neraca tersebut akan terisi.
  2. Neraca Saldo yaitu neraca yang berisi tentang total saldo yang di hasilkan dari sebuah buku besar. Fungsi neraca ini melanjutkan Neraca Awal dan dalam neraca ini masing mengandung akun-akun yang mempengaruhi Laporan Rugi laba dan Perubahan Modal. Neraca ini juga adalah akumulasi penjumlahan dari Neraca Awal + Neraca Saldo.
  3. Neraca Penyesuaian yaitu Neraca yang menggambarkan posisi sebenarnya dari sebuah perusahaan yang tidak ada lagi sebuah transaksi yang di lupakan dan semua telah tercatat. Dan dalam neraca ini pula masih ada akun yang mempengaruhi Laporan Rugi Laba dan Perubahan Modal.
  4. Neraca Lajur yaitu Neraca Lembar kerja atau di kenal juga dengan Nama Work Sheet ini adalah berisi tentang neraca Saldo, neraca penyesuaian, Neraca Setelah di sesuaikan, Neraca dan Rugi Laba. Dalam Neraca lajur inilah pada bagian yaitu Neraca dan Rugi Laba yang menjadi dasar laporan keuangan (Neraca, Laporan Rugi Laba dan Laporan Perubahan Modal).
  5. Neraca Akhir yaitu neraca yang akan di jadikan sebagai dasar pembuantan siklus akuntansi berikutnya. Dan neraca ini pada awal kegiatan akan berubah nama menjadi neraca awal seperti poin 1 maka siklus tersebut terulang. Setelah neraca ini di bentuk Laporan rugi laba dan perubahan modal tidak lagi di pakai.

Penyusunan Laporan Laba rugi

Pada tahap ini anda akan di ajarkan untuk membentuk laporang keuangan seperti neraca, laporan rugi laba dan perubahan modal. Pada tahap ini tidak begitu sulit, hanya tinggal memindahkan apa yang ada di Neraca lajur saja.

Penyusunan Arus Kas

Dalam hal ini kita akan di ajarkan untuk menyusun laporan arus kas yaitu tentang mengelompokkan yang mana arus kas lancar, inventasi dan yang tidak mempengaruhi usaha tetapi masuk dalam kas usaha.

Penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas

Untuk laporan perubahan modal hanya tinggal menambahkan antara Modal pada Neraca di tambah dengan hasil rugi laba bila posisi laba (kredit) dan dikurangi bila posisi rugi (Debet). Dan jika ada pengambilan pribadi (Prive) juga di masukkan mengurangi rugi laba. Posisi modal awal di tambahkan dengan laha usaha di kurangi prive, maka akan di temukan posisi modal akhir.

Dasar Analisis Laporan Keuangan

Dalam hal ini kita akan di jarkan untuk menganalisa berbagai hal penting tentang keuangan. Misalnya rasio perusahaan terhadap kas dan Utang lancar. Rasio tentang Pendapatan terhadap biaya dan sebagainya. Dari hasil analisa ini nanti akan menjadi sebuah informasi bagi perusahaan dalam mengambil langkah selanjutnya.

Dengan mengikuti langkah-langkah cara mudah belajar akuntansi ini maka anda akan mampu melaksanakan kegiatan akuntansi atau setidaknya membuat anda mampu membaca laporan keuangan yang di sajikan.


This entry was posted in Akuntansi Dasar. Last Modified: