Home » Akuntansi Dasar » Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan (HPP)


Harga Pokok Penjualan (HPP). Dalam kegiatan pencatatan akuntansi juga di kenal dengan Laporan HPP. HPP adalah singkatan dari Harga Pokok Penjualan. Tujuan dari HPP ini sendiri sesuai dengan namanya adalah untuk mengetahui nilai nominal dari barang yang terjual. Artinya HPP ini hanya ada pada perusahaan yang memiliki persediaan barang dagangan saja yaitu perusahaan Manufaktur dan Perusahaan Dagang.

Jadi jika di definisikan maka HPP berarti Laporan yang mengambarkan kondisi harga perolehan suatu barang yang terjual dan rugi laba yang di peroleh.

Format HPP

Untuk Format HPP sendiri bisa di lihat dalam Tabel Berikut :

Laporan Harga Pokok Penjualan

HPP

PT. Akuntansi ID

1 Penjualan Rp. xxx.xxx
2 Persediaan Awal Rp. xxx.xxx
3 Pembelian Rp. xxx.xxx
Return Pembelian Rp. xxx.xxx
Beban Ang. Pbelian Rp. xxx.xxx +
Total Pembelian Rp. xxx.xxx +
4 Persediaan Rp. xxx.xxx
5 Persediaan Akhir Rp. xxx.xxx
6 Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp. xxx.xxx
7 Laba Kotor Rp. xxx.xxx
8 Beban Kantor
Beban ………… Rp. xxx.xxx
Beban ………… Rp. xxx.xxx
Beban ………… dst Rp. xxx.xxx +
Total Beban Kantor Rp. xxx.xxx
9 Beban Usaha
Beban ………… Rp. xxx.xxx
Beban ………… Rp. xxx.xxx
Beban ………… dst Rp. xxx.xxx +
Total Beban Usaha Rp. xxx.xxx +
10 Total Beban Perusahaan Rp. xxx.xxx
11 Laba/Rugi Bersih Sebelum Pajak Rp. xxx.xxx
12 Pendapatan Lain-lain
Bunga Deposito …. dst Rp. xxx.xxx +
13 Laba/Rugi Total Perusahaan Sebelum Pajak Rp. xxx.xxx
14 Pajak Pajak Penghasilan (PPh) Rp. xxx.xxx
15 Laba Bersih perusahaan setelah Pajak Rp. xxx.xxx

Dalam perhitungan HPP selain menampilkan Harga Pokok Penjualan juga menampilkan mulai dari laba kotor, beban usaha kantor dan toko, pendapatan lainnya, pajak dan laba bersih perusahaan.

Jadi mudah-mudahan dengan artikel tentang Harga Pokok Ppenjualan (HPP) ini, anda tidak lagi bingung apa fungsi dari laporan ini dan mengetahui model dan bentuknya !