Home » Akuntansi Keuangan » Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa

Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa


Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa.  Katika anda bertanya apakah sama antara Akutansi yang di terapkan pada perusahaan Dagang, Perusahaan Jasa dan Perusahaan Manufaktur (Produksi). Maka saya akan menjawab sama saja, akuntansi yang di terapkan kecuali hanya pada produk persediaan jenis bidang usaha tersebut.

Intinya pada produk itulah perusahaan itu berbeda, mari kita lihat :

Perusahaan dagang memperoleh produk persediaan dari supplier dalam bentuk bahan jadi untuk di jual kembali. Perusahaan ini hanya melakukan penjualan kembali dan mengambil selisih penjualan sebagai keuntungan usaha.

Perusahaan manufaktur memperoleh produk persediaan yang dibuat dari bahan mentah/baku menjadi bahan baku atau bahan jadi. Jadi tidak mutlak perusahaan jenis ini mengolah bahan baku menjadi bahan jadi tetapi bisa saja mengolah kembali memproduksi bahan baku untuk perusahaan lain.

Perusahaan Jasa tidak memiliki persediaan barang untuk di pasarkan. Tetapi produk mereka bersifat tidak wujud seperti perusahaan dagang atau manufaktur. Produk mereka terlihat berupa hasil jasa mereka.

Jadi untuk perbedaan system akuntansi mereka itu akan terlihat hanya pada bagian Persediaan dan pembelian saja.

1. Perusahaan dagang

  1. Persediaan barang Dagangan
  2. Pembelian
  3. Ada Harga Pokok Produksi (HPP)

2. Perusahaan Manufaktur (Produksi)

  1. Persediaan Bahan Baku
  2. Persediaan Dalam Proses Produksi
  3. Persediaan Bahan Pembantu
  4. Persediaan Barang Jadi
  5. Pembelian
  6. Ada Harga Pokok Penjualan (HPP)
  7. Ada Akuntansi Biaya

3. Perusahaan Jasa

  1. Tidak Memiliki Persediaan
  2. Pembelian langsung di masukkan dalam Peralatan atau perlengkapan
  3. Tidak ada Harga Pokok Penjualan (HPP)

Dari gambaran di atas terlihat sangat jelas sekali Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa.

Kemudian muncul kasus yang terkadang membuat orang bingung, misanya bagaimana dengan perusahaan servis kendaraan (Bengkel) yang juga menjual sperpart kendaraan.

Itu mudah saja, tinggal memasukkan apa yang menjadi bagian dari perusahaan dagang ke perusahaan jasa tersebut. Menggabungkan biaya yang timbul dan melakukan perhitungan Harga pokok penjualan. Dan untuk hasil dari jasa service memiliki pos terpisah sehingga dalam usaha tersebut ada 2 penghasilan yaitu hasil penjualan barang dan pendapatan jasa service.

Mudah-mudahan hal ini mudah untuk di mengerti, jika masih ada pertanyaan seputar Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa, bisa ditanyakan melalu kolom komentar.