Home » Contoh Akuntansi » Cara Membuat Laporan Keuangan UKM

Cara Membuat Laporan Keuangan UKM


Cara Membuat Laporan Keuangan Keuangan UKM.  Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sering kita dapati dan di ajukan oleh orang kepada kita masalah Laporan Keuangan Usahan Kecil Menengah (UKM) ada sangat simple dan mudah. Tetapi informasi yang di dapatkan dalam banyak artikel baik melalui blog atau situs sama sekali tikda menggambarkan informasi yang di butuhkan tetang Laporan Keuangan UKM.

Walaupun dalam Cara Membuat Laporan Keuangan Keuangan UKM ini tidak seperti sebuah siklus akuntansi yang rumit tetapi Insya Allah, kami yakin tidak akan membuat model ini menyalahi dari siklus akuntansi.

Berbeda dengan Perusahaan besar, biasanya membutuhkan laporan keuangan untuk mengambil keputusan dan pertanggung jawaban laporan pajak, namun untuk UKM hanya sebagai informasi untuk mengambil keputusan atas usaha kecil mereka.

Baiklah, kita akan mencoba untuk menyebutkan apa saja yang anda butuhkan dalam membuat Laporan Keuangan UKM.

  1. Buku Arus Kas
  2. Buku Persediaan barang
  3. Buku Pembelian Barang
  4. Buku Penjualan
  5. Buku Biaya
  6. Buku Piutang
  7. Buku Utang

Saya hanya meminta anda menyediakan 7 buku di atas untuk Usaha yang anda jalankan. Dari ketuju buku tersebut kita akan buat sebuah laporan keuangan UKM yang tetapi sebelumnya saya akan menjelaskan cara pengisian dari buku-buku tersebut.

Yang perlu untuk anda perhatikan bahwa setiap kali terjadi transaksi maka akan melibatkan 2 buku. Kecuali transaksi penjualan dan pembelian akan melibatkan 3 buku yaitu :

Untuk Penjualan menggunakan buku :

  1. Buku Penjualan
  2. Buku Kas
  3. Buku Persediaan Barang

Untuk transaksi atau penjualan Tunai

  1. Buku Penjualan
  2. Buku Piutang
  3. Buku Persediaan Barang

Untuk transaksi atau Penjualan Kredit

Begitupun untuk pembelian maka akan melibatkan buku :

  1. Buku Pembelian
  2. Buku Kas
  3. Buku Persediaan Barang

Untuk transaksi pembelian secara tunai

  1. Buku Pembelian
  2. Buku Utang
  3. Buku Persediaan Barang

Untuk transaksi pembelian secara Kredit

Dari buku-buku di atas dapat di gunakan untuk membentuk laporan keuangan sederhana untuk sebuah UKM. Yang perlu untuk anda tetapkan sebelum mengisi buku-buku tersebut adalah menghitung modal dan hutang.

Contoh

  1. Uang tunai sekarang sebesar Rp. 4.350.000
  2. Persediaan Barang sebesar 25.330.000
  3. Utang sebesar Rp. 6.550.000
  4. Modal sebesar Rp. 23.130.000

Maka bentuk neraca awal anda adalah sebagai berikut :

Aktiva Saldo Vasiva Saldo
Kas 4.350.000 Utang 6.550.000
25.330.000 Modal 23.130.000
Saldo 29.680.000 29.680.000

Kondisi Neraca Awal Anda adalah seimbang pada angka Rp. 29.680.000

Selanjutnya adalah model dari buku tersebut, di buat simple saja dengan 4 kolom

Tgl Keterangan Saldo Debet Saldo Kredit)

Tgl di isi berdasarkan hari transaksi, Keterangan di isi perihak transaksi, Saldo debet dan sebagainya. Awal mencatat buku kasa bisa di lihat sebagai berikut :

Buku Kas

Tgl Keterangan Debet Kredit Saldo
1/10/2013 Saldo Kas Awal 4.350.000 4.530.000

Hal tersebut juga berlaku pada buku-buku lainnya

Kita buat contoh saja agar mudah di mengerti :

2/10/2013 Tn. Anda Menjual barang 10 Bungkus Indomie, 5 botol kecap, 5 botol sirup dan 5 botol minuman ringan dengan harga Rp. 100.000. Maka buku yang di pengaruhi adalah :

Buku Kas

Tgl Keterangan Debet Kredit Saldo
1/10/2013 Saldo Kas Awal 4.350.000 4.350.000
2/10/2013 Penjualan Tunai 100.000 4.450.000

Buku Penjualan

Tgl Keterangan Jumlah
2/10/2013 Penjualan Tunai 100.000

Buku Persediaan

Tgl Nama Barang Satuan Dibeli Dijual
2/10/2013 Indomie Bungkus 10
Kecap Botol 5
Sirup Botol 5
Fanta Kaleng 5

Atau contoh lain misahnya :

Tn. Anda membayar Rekening listrik sebesar Rp. 30.000

Buku Kas

Tgl Keterangan Debet Kredit Saldo
1/10/2013 Saldo Kas Awal 4.350.000 4.350.000
2/10/2013 Penjualan Tunai 100.000 4.450.000
3/10/2013 Bayar Listrik 30.000 4.420.000

Buku Biaya

Tgl Keterangan Jumlah
3/10/2013 Bayar Listrik 30.000

Dari keterangan di atas di dapatkan bawah :

  1. Buku Arus Kas berisi tabel Tanggal, Keterangan, Debet, Kredit dan saldo yang mana posisi saldo selalu debet
  2. Buku Persediaan barang berisi tabel Tanggal, Nama Barang, Satuan, Dijual dan di beli. Yang di imput bukan harganya tapi jumlah barangnya.
  3. Buku Pembelian Barang berisi tabel tanggal, keterangan dan jumlah yang mana saldo pembelian selalu debet dan tidak pernah ada pengurangan
  4. Buku Penjualan berisi tabel tanggal, keterangan dan jumlah yang mana saldo penjualan selalu kredit dan tidak pernah ada pengurangan
  5. Buku Biaya berisi tabel tanggal, keterangan dan jumlah yang mana saldo biaya selalu debet dan tidak pernah ada pengurangan
  6. Buku Piutang Tanggal, Keterangan, Debet, Kredit dan saldo yang mana posisi saldo selalu debet
  7. Buku Utang Tanggal, Keterangan, Debet, Kredit dan saldo yang mana posisi saldo selalu kredit.

Mungkin ini akan terlihat sulit bagi anda bila tidak melakukan praktek, namun jika anda melakukan praktek maka anda akan paham.

Cara Menghitung Pendapatan caranya mudah yaitu dengan memasukkan hal berikut :

  1. Saldo Persediaan awal + Pembelian barang – Persediaan akhir = Harga Pokok Penjualan
  2. Penjualan – Harga Pokok Pembelian = Laba Kotor
  3. Laba Kotor – Biaya = Laba bersih.

Daporan Keuangan Keuangan UKM yang mudak untuk di pahami sebagai dasar pembelajaran bagi anda yang membutuhkan.