Home » Akuntansi Dasar » Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi

Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi


Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi.  Saat ini kita coba membahas tetang saldo normal atau posisi saldo sebuah akun. Maksud posisi adalah Kondisi Debet Kredit sebuah akun. Tetapi sebelumnya kita harus melakukan pembagian dan pengelompokan atas akun-akun dalam sebuah siklus akuntansi perusahaan.

Akun / Perkiraan adalah suatu pos tersendiri yang berdiri sendiri dan memberikan informasi tetang transaksi yang terjadi dalam akun tersebut contohnya, Kas, Utang Dagang, Penjualan Barang, Pembelian Barang dan Biaya Listrik

Kelompok akun adalah Kumpulan yang terdiri dari beberapa akun seperti Aktiva, Vasiva, Pendapatan, Biaya. Baca artikel : Memahami Debet dan Kredit

Namun ada juga yang memisahkan menjadi 3 yaitu sub akun yaitu akun akun yang mepengaruhi akun tertentu misalknya amortisasi / akumulasi, return penjualan, return pemmelian, ongkos angkut pembelian.

Maka untuk menjelaskan tentang Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Aktiva / asset / harta saldo normanya adalah DEBET
  2. Vasiva / Kewajiban / Saldo normanya adalah KREDIT
  3. Penjualan Barang saldo normalnya adalah KREDIT
  4. Pendapatan saldo normalnya adalah KREDIT
  5. Pembelian saldo Normalnya adalah DEBET
  6. Biaya saldo normalnya adalah DEBET
  7. Amortisasi saldo normalnya adalah KREDIT
  8. Return Pembelian saldo Normalnya adalah DEBET
  9. Return Penjualan saldo normalnya adalah KREDIT
  10. Ongkos Angkut Pembelian saldo Normalnya DEBET

Dari keterangan di atas maka akan dapat kita simpulkan bahwa ketika ada sebuah perkiraan yang merupakan bagian dari Aktiva seperti piutang dagang bersaldo kredit maka perlu untuk di pertanyakan bagaimana bisa kredit. Kita buat contoh soal saja :

PT. A dalam neraca awalnya memiliki saldo piuntang Dagang sebesar Rp. 125.000.000. Dan melihat saldo akhir tahun posisi saldonya ada di bagian kredit sebesar Rp. 25.000.000. lakukukan analisa kesalahannya.

Analisa :

Kesalahan bisa saja terjadi pada :

  1. Ada piutang yang tidak tercatat atau,
  2. Pencatatan penerimaan piutang salah atau,
  3. Peminjam lebih dalam membayar

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah point 1 dimana ada piutang yang lupa di catat. Kemudian biasanya jika tidak di temukan maka kemungkinan berikutnya adalah point 2 dimana terjadi kesalahan pencatatan pembayaran piutang dan kemungkinan yang paling kecil adalah point ke 3 dimana peminjam lebih dalam membayar pinjamannya.

Artinya ketika kita mempelajari saldo normal ini, dan menemukan akun ada saldonya yang tidak normal. Maka akan secara cepat kita akan melakukan koreksi pemeriksaan.

Demikian artikel tentang Saldo Normal Akun / Perkiraan Akuntansi, semoga bermanfaat, dan jika ada pertanyaan silahkan gunakan form komentar.