Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur

By | November 16, 2013

Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur.  Dalam perusahaan dagang di kenal dengan istilah Harga Pokok Penjualan (HPP) sedangkan dalam perusahaan manufaktur di kenal dengan Harga Pokok Produksi. Cara menyusun Harga pokok Produksi perusahaan manufaktur, sedikit ada perbedaan.

Dalam perusahaan dagang, yang ada hanya pembelian barang yang langsung di jual kembali dengan mengambil selisih harga sebagai pendapatan. Berbeda dengan perusahaan manufaktur (Produksi) adalah dengan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yang siap di jual.

Makanya dalam perusahaan manufaktur terdapat banyak akun persediaan. Beberapa akun persediaan dari Perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut :

  1. Persediaan Bahan Baku
  2. Persediaan Barang Dalam Proses
  3. Persediaan Bahan Jadi
  4. Persediaan Bahan Pembantu

Akun-akun persediaan tersebut di atas adalah yang mempengaruhi laporan HPP dari perusahaan manufaktur di tambahkan dengan Biaya Produksi. Untuk melihat gambaran lebih jelas bisa melihat pada format Harga Pokok Produksi (HPP) Perusahaan Manufaktur Berikut :


Excel Akuntansi Perusahaan Jasa

https://akuntansi-id.com/excel-akuntansi-perusahaan-jasa

Fitur Lengkap | Mudah Digunakan | Laporan Otomatis

Excel Akuntansi Perusahaan Dagang

https://akuntansi-id.com/excel-akuntansi-perusahaan-dagang

Siap Pakai | Laporan Otomatis | Bisa Dikustom Sendiri

Excel Akuntansi Perusahaan Manufaktur

https://akuntansi-id.com/excel-akuntansi-perusahaan-manufaktur

Fitur Komplit | Bisa Banyak User | 1x Bayar


CV. Akuntansi ID Konveksi
Laporan Harga Pokok Produksi
Per 31 Desember 2012
No Keterangan
PEMBELIAN DAN BIAYA
i BAHAN BAKU
Persediaan Awal  Rp.    xxx.xxx
Pembelian Bahan Baku  Rp.    xxx.xxx
Return Pembelian  Rp.    xxx.xxx  +
Total Bahan Baku  Rp.    xxx.xxx
Persediaan Akhir  Rp.    xxx.xxx  –
Bahan Baku terpakai  Rp.    xxx.xxx
ii BAHAN PEMBANTU
Persediaan Awal  Rp.    xxx.xxx
Pembelian Bahan Pembantu  Rp.    xxx.xxx  +
Total Bahan Pembantu  Rp.    xxx.xxx
Persediaan Bahan Baku Ahir  Rp.    xxx.xxx  –
Bahan Baku Terpakai  Rp.    xxx.xxx
iii TENAGA KERJA
Gaji Karyawan  Rp.    xxx.xxx
Tunjangan  Rp.    xxx.xxx
Bonus  Rp.    xxx.xxx  +
Total Biaya Tenaga Kerja  Rp.    xxx.xxx
iv BIAYA PRODUKSI PABRIK
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Total Biaya Produksi  Rp.    xxx.xxx
JUMLAH BIAYA PRODUKSI ( I + ii + iii + iv )
 Rp.    xxx.xxx
v BARANG DALAM PROSES
Barang Dalam Proses Awal  Rp.    xxx.xxx
Jumlah Biaya Produksi  Rp.    xxx.xxx  +
 Rp.    xxx.xxx
Barang Dalam Proses Akhir  Rp.    xxx.xxx  –
Barang Jadi Setelah Proses
 Rp.    xxx.xxx
vi BARANG JADI
Persediaan Barang Jadi Awal  Rp.    xxx.xxx
Barang Jadi Setelah Proses  Rp.    xxx.xxx  +
Total Persediaan Barang Jadi  Rp.    xxx.xxx
Persediaan Barang Jadi Akhir  Rp.    xxx.xxx  –
Harga Pokok Produksi (HPP)  Rp.    xxx.xxx

Dengan melihat format tersebut maka kita sudah bisa melihat bagaimana sebuah proses perhitungan untuk HPP perusahaan manufaktur yang berbeda dengan perusahaan dagang.

Untuk melihat penggunaan formai ini bisa dilihat pada gambar berikut :

Contoh Harga Pokok Produksi (HPP) Perusahaan Manufaktur

Harga Pokok Produksi (HPP) Perusahaan Manufaktur

Atau melihat secara langsung penggunaannya dalam artikel Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur.

Dengan penjelasan yang singkat ini tentang Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur, kami berharap setidaknya anda mengerti tentang HPP Perusahaan manufaktur, namun juka kurang jelas, silahkan bertanya melalui form komentar!


16 thoughts on “Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur

  1. Hero Kage

    itu hitungan perbulan ya? klo untuk ikan ada ga? klo ikan hitungan gemana? mis ada 5 jenis ikan bermacam2… trus harga ikan juga tiap minggu naek turun2 dalam bulan itu.

    Reply
  2. Muhammad Tofik

    makasih gan artikelnya, bermanfaat. ad beberapa pertanyaan. yang terjadi di lapangan perusahaan manufaktur, 1. pada saat proses produksi tidak semua bahan baku 100% menjadi barang jadi, arti kata ada yg rusak pada saat proses. 2. setelah menjadi barang jadi, karena penyimpanan kurang bagus akhirnya brg jadi tsb rusak dan tidak bisa terjual. pertanyaannya, bagaimana menampilkan pos kerusakan pd saat proses prod, dan pd saat setelah menjadi brg jadi kedalam harga pokok produksi dan harga pokok penjualan? sekian terima kasih…..

    Reply
  3. Andi Sony

    Sangat keliru artikelnya.. Tidak pernah kasusnya persediaan barang jadi dihitung untuk harga pokok produksi dan singkatan HPP hanya boleh disingkat untuk harga pokok penjualan

    Reply

Leave a Reply to Rinto Irwanto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *