Home » Praktek Akuntansi » Penggunaan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Penggunaan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang


Kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk menyelesaikan soal dari Mitra Mart dengan Menggunakan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Sebenarnya penggunaan jurnal khusus cukup mudah dan menurut saya malahan lebih praktis.

Penggunaan jurnal khusus memang di tujukan untuk melakukan penjurnalan secara praktis. Selain itu juga dimaksudkan untuk mempersingkat imput data kedalam buku besar.

Berikut ini adalah hasil penggunaan jurnal khusus terhadap transaksi perusahaan dagang mitra mart (Contoh Soal Akuntansi Perusahaan Dagang).

Jurnal Penerimaan Kas

Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang

Jurnal Penerimaan Kas

Dari tabel Jurnal diatas kita melihat bahwa hanya ada 2 perkiraan yang mempengaruhi Jurnal penerimaan Kas yaitu Penjualan Tunai dan Pembayaran Piutang. Namun format di atas adalah tidak paten atau bisa di tambah pada kolom bagian kredit misalnya ada hal lain yang mempengaruhi penerimaan kas misalnya penarikan dari Bank BNI ke Kas atau hal lain.

Jurnal Pengeluaran Kas

Contoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan Dagang

Jurnal Penerimaan Kas

Diatas terlihat sebuah Jurnal Khusus untuk penerimaan kas. Terlihat beberapa akun yang mempengaruhi posisi debet termasuk pembelian secara tunai. Disini semua transaksi yang terjadi dan menyebabkan adanya kas keluar akan di catat pada bagian Debet. Format di atas juga bukan format paten yang artinya bisa saja sebuah akun baru dibuatkan pada posisi debet apabila mempengaruhi pengeluaran kas namun tidak ada dalam tabel.

Jurnal Penjualan

Contoh Jurnal Perusahaan Dagang

Jurnal Penjualan

Dari gambar diatas terlihat bahwa transaksi penjualan yang tercatat di sini adalah semua penjualan yang terjadi secara kredit. Sedangkan penjualan tunai akan tercatat di Jurnal Penerimaan Kas. Perlu untuk di ingat untuk jurnal ini lawan debetnya adalah piutang Dagang sehingga ketika kita mengimput data ke dalam buku besar misalnya seperti contoh gambar di atas maka Buku besar Penjualan di kredit sebesar Rp. 138.470.000 sedangkan penyeimbangnya adalah Buku Besar Piutang Dagang sebesar Rp. 138.470.000.

Jurnal Pembelian

Contoh Jurnal Pembelian Perusahaan Dagang

Jurnal Pembelian

Jurnal Pembelian adalah jurnal yang mencatat transaksi pembelian barang dagangan. Ingat hanya pembelian barang dagangan. Tidak termasuk pembelian inventaris secara kredit. Lawan akun penyeimbang untuk transaksi dalam jurnal ini adalah Utang Dagang. Jadi pada saat memasukkan data dalam buku besar Pembelian akan di debet sebesar Rp. 185.000.000 dan mengkredit piutang dagang sebesar Rp. 185.000.000

Sebagai catatan, penggunaan jurnal khusus bukan berarti tidak menggunakan jurnal umum. Karena ada kalanya jurnal umum juga di pakai misalnya ada sebuah transaksi yang tidak berhubungan dengan ke 4 jurnal tersebut. Contohnya ketika anda membeli Inventaris Toko secara Kredit sebesar Rp. 15.000.000.

Pembelian kredit untuk barang akan masuk dalam jurnal pembelian tetapi selain barang maka akan di letakkan di jurnal umum dengan jurnal sebagai berikut :

  • Inventaris Toko Rp. 15.000.000
  • Utang Dagang Rp. 15.000.000

Disini terlihat bahwa lawan dari inventaris adalah utang dagang yang merupakan lawan penyeimbang pembelian barang. Tetapi karena yang di beli bukan barang (Akun Pembelian tetapi Akun Inventaris Toko) maka tidak bisa di masukkan dalam Jurnal Pembelian.

Sesuai dengan informasi awal saya pada paragraf pertama tentang penggunaan jurnal Khusus adalah memang di tujukan untuk melakukan penjurnalan secara praktis. Selain itu juga dimaksudkan untuk mempersingkat imput data kedalam buku besar.

Mari kita lihat contoh buku Besar Kas dengan menggunakan jurnal Khusus seperti gambar berikut :

Contoh Buku Besar Kas dengan Jurnal Khusus

Buku Besar Kas dengan Jurnal Khusus

Dari gambar tersebut terlihat sangat jelas bagaimana efisiennya menggunakan jurnal khusus ketimbang jurnal umum. Sekarang bandingkan dengan Buku Besar akun Kas dengan penggunaan jurnal Umum pada artikel Penyelesaian Buku Besar Perusahaan Dagang.

Lihat saldonya dan bandingkan dengan gambar di atas. Posisi saldo sama Rp. 186.741.000 namun cara pengisian dengan menggunakan jurnal umum sangat panjang dan memerlukan ketelitian yang cukup focus saat imput data kedalam buku besar. Berbeda dengan Penggunaan jurnal khusus yang hanya mengambil sado dari tiap jurnal. Namun ketelitian harus di fokuskan pada bagian penjurnalan.

Demkian artikel kita kali ini tentang Penggunaan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Jika ada yang kurang jelas silahkan untuk ditanyakan melalui kolom komentar.