Home » Contoh Akuntansi » Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property


Kali ini kita akan mencoba menampilkan tetang Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property. Sebagaimana kita ketahui bahwa perusahaan property adalah sebuah perusahaan yang memiliki kerumitan dalam penghitungan keuangan.

Beberapa perusahaan menggunakan perhitungan yang memasukkan persediaan sebagai Rumah yang telah jadi atau sementara dalam proses pembangunan dan Tanah Untuk pengembangan adalah tanah yang sedang dalam proses pematangan.

Perhitungan tanah biasanya di lakukan sebagai berikut :

Total Nilai Tanah + Timbunan + Pengukuran + Sarana prasarana = Tanah Untuk pengembangan

Sedangkan untuk proses Persediaan adalah

Tanah untuk Pengembangan x persentase tipe bangunan =  Tanah per type

Tanah Per type / jumlah kapling = Nilai tanah Perkapling

Nilai tanah perkapling + Pembelian Bahan + Gaji Pembangunan + Biaya Langsung = Persediaan

Namun ada juga yang menghitung berbeda. Tetapi kebanyakan mereka menggunakan ini. Sehingga ketika terjadi penjualan maka akan di hitung seperti ini :

  • Penjualan – HPP Perumahan = Pendapatan
  • Persediaan – HPP Perumahan = Persediaan Akhir

Konsep ini sedikit rumit untuk di jelaskan kecuali menggunakan soal Perusahaan untuk Properti. Secara singkat tampilan Contoh laporan keuangan property dapat dilihat sebagai berikut :

Contoh Neraca Perusahaan Property

Neraca Perusahaan Property

Contoh Neraca Perusahaan Property 2

Neraca Perusahaan Property

Contoh Rugi Laba Perusahaan Property

Contoh Laporan Keuangan Rugi Laba Perusahaan Property

Contoh Perubahan Equitas Perusahaan Property

Perubahan Equitas Perusahaan Property

Melihat Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Property tersebut di atas, mungkin akan sedikit rumit untuk di pahami. Namun bukan berarti anda tidak bisa menguasai perhitungan keuangan properti.

Pertanyaan yang umum: Darimana dan Bagaimana kita mulai membuat laporannya? Apakah ada cara mudah untuk membuatnya?

Kalau diperhatikan di neraca di atas, item-itemnya sebenarnya tidak terlalu banyak. Yang perlu dilakukan hanya membagi dahulu pemasukan dan pengeluaran serta aset untuk membentuk neraca awal. Apakah neraca awal diperlukan? Diperlukan kalau perusahaan anda sudah berjalan dan sama sekali belum pernah melakukan pembukuan.

Item utama neraca awal antara lain:


Excel Akuntansi Perusahaan Jasa

https://akuntansi-id.com/excel-akuntansi-perusahaan-jasa

Fitur Lengkap | Mudah Digunakan | Laporan Otomatis

Excel Akuntansi Perusahaan Dagang

https://akuntansi-id.com/excel-akuntansi-perusahaan-dagang

Siap Pakai | Laporan Otomatis | Bisa Dikustom Sendiri

Excel Akuntansi Perusahaan Manufaktur

https://akuntansi-id.com/excel-akuntansi-perusahaan-manufaktur

Fitur Komplit | Bisa Banyak User | 1x Bayar


  1. Saldo kas dan rekening bank. Lihat saldo di tanggal awal tahun pembukuan
  2. Nilai persediaan untuk rumah yang sudah jadi dan belum terjual. Misal dari 20 rumah yang sudah jadi ada 10 yang belum terjual, maka yang dimasukkan adalah nilai persediaan 10 rumah tersebut.
  3. Nilai persediaan untuk rumah yang masih dibangun. Biasanya perhitungan seluruh bahan baku beserta tenaga kerjanya dijumlahkan untuk menghitung saldo persediaan kategori ini.
  4. Nilai pembayaran diterima di muka. Buat pelanggan yang sudah membayar tetapi rumahnya belum jadi, maka semua transaksi pembayarannya masuk dalam kategori ini.
  5. Nilai piutang dari buyer, baik yang kas, cicilan bertahap ataupun KPR yang belum lunas
  6. Nilai utang, baik utang usaha untuk pembayaran material maupun utang bank. Jumlahkan juga utang pajak untuk dimasukkan ke dalam neraca
  7. Modal.

Point 3 dari item di atas membuat perusahaan property biasanya digolongkan ke dalam jenis perusahaan manufaktur.

Neraca Awal Laporan Keuangan Perusahaan Property

Gambar di atas adalah contoh dari pembuatan neraca awal. Gambar pertama dan kedua berbeda dalam hal nilai modal usaha karena diasumsikan bahwa modal usaha sudah berubah sesuai gambar yang kedua. Perubahan modal bisa terjadi karena adanya keuntungan atau kerugian.

Setelah pembuatan neraca awal, bisa dilanjutkan dengan mulai melakukan pencatatan lebih detil terhadap transaksi keuangan di tahun berjalan. Yang membuat rumit biasanya adalah bagaimana cara memisahkan HPP atau harga modal untuk rumah yang sudah jadi dan yang belum jadi. Sebenarnya mudah, buatlah pembukuan mini untuk masing-masing rumah. Jadi masing-masing rumah ada catatan penggunaan material, tenaga kerja dan lain-lain. Pembukuan mini bisa dalam satu worksheet/lembar kerja di Excel yang jika digabung akan menjadi satu pembukuan besar yang rekapnya bisa dipindahkan ke aplikasi akuntansi, seperti aplikasi akuntansi keuangan manufaktur yang sudah siap pakai, agar lebih fleksibel dalam melakukan pembukuan dan laporan akhir, baik itu laporan laba rugi, neraca, arus kas maupun ekuitas. Atau bisa juga digabung seperti contoh pembukuan sederhana di bawah :

Contoh Perhitungan HPP Property

Dari contoh di atas terlihat bahwa persediaan barang jadi adalah senilai 30 juta dan bahan baku (yang terdiri atas bahan baku dan tenaga kerja langsung) senilai 21 juta. Atau, kalau tidak ada yang paham akuntansi dan dirasa terlalu rumit bisa menggunakan software laporan keuangan property yang siap pakai, tetapi biasanya tidak murah.

Semoga penjelasan di atas untuk membentuk laporan keuangan property seperti contoh di atas dapat membantu teman-teman dalam melakukan pembukuan untuk perusahaan property. Lihat juga contoh Laporan keuangan lain seperti laporan keuangan manufaktur sederhana kalau teman-teman ingin mempelajari cara pembuatan laporan untuk perusahaan yang masuk kategori yang sama.