Home » Contoh Akuntansi » Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur

Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur


Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur.  Dalam perusahaan dagang di kenal dengan istilah Harga Pokok Penjualan (HPP) sedangkan dalam perusahaan manufaktur di kenal dengan Harga Pokok Produksi. Cara menyusun Harga pokok Produksi perusahaan manufaktur, sedikit ada perbedaan.

Dalam perusahaan dagang, yang ada hanya pembelian barang yang langsung di jual kembali dengan mengambil selisih harga sebagai pendapatan. Berbeda dengan perusahaan manufaktur (Produksi) adalah dengan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yang siap di jual.

Makanya dalam perusahaan manufaktur terdapat banyak akun persediaan. Beberapa akun persediaan dari Perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut :

  1. Persediaan Bahan Baku
  2. Persediaan Barang Dalam Proses
  3. Persediaan Bahan Jadi
  4. Persediaan Bahan Pembantu

Akun-akun persediaan tersebut di atas adalah yang mempengaruhi laporan HPP dari perusahaan manufaktur di tambahkan dengan Biaya Produksi. Untuk melihat gambaran lebih jelas bisa melihat pada format Harga Pokok Produksi (HPP) Perusahaan Manufaktur Berikut :

CV. Akuntansi ID Konveksi
Laporan Harga Pokok Produksi
Per 31 Desember 2012
No Keterangan
PEMBELIAN DAN BIAYA
i BAHAN BAKU
Persediaan Awal  Rp.    xxx.xxx
Pembelian Bahan Baku  Rp.    xxx.xxx
Return Pembelian  Rp.    xxx.xxx  +
Total Bahan Baku  Rp.    xxx.xxx
Persediaan Akhir  Rp.    xxx.xxx  –
Bahan Baku terpakai  Rp.    xxx.xxx
ii BAHAN PEMBANTU
Persediaan Awal  Rp.    xxx.xxx
Pembelian Bahan Pembantu  Rp.    xxx.xxx  +
Total Bahan Pembantu  Rp.    xxx.xxx
Persediaan Bahan Baku Ahir  Rp.    xxx.xxx  –
Bahan Baku Terpakai  Rp.    xxx.xxx
iii TENAGA KERJA
Gaji Karyawan  Rp.    xxx.xxx
Tunjangan  Rp.    xxx.xxx
Bonus  Rp.    xxx.xxx  +
Total Biaya Tenaga Kerja  Rp.    xxx.xxx
iv BIAYA PRODUKSI PABRIK
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Biaya ………..  Rp.    xxx.xxx
Total Biaya Produksi  Rp.    xxx.xxx
JUMLAH BIAYA PRODUKSI ( I + ii + iii + iv )
 Rp.    xxx.xxx
v BARANG DALAM PROSES
Barang Dalam Proses Awal  Rp.    xxx.xxx
Jumlah Biaya Produksi  Rp.    xxx.xxx  +
 Rp.    xxx.xxx
Barang Dalam Proses Akhir  Rp.    xxx.xxx  –
Barang Jadi Setelah Proses
 Rp.    xxx.xxx
vi BARANG JADI
Persediaan Barang Jadi Awal  Rp.    xxx.xxx
Barang Jadi Setelah Proses  Rp.    xxx.xxx  +
Total Persediaan Barang Jadi  Rp.    xxx.xxx
Persediaan Barang Jadi Akhir  Rp.    xxx.xxx  –
Harga Pokok Produksi (HPP)  Rp.    xxx.xxx

Dengan melihat format tersebut maka kita sudah bisa melihat bagaimana sebuah proses perhitungan untuk HPP perusahaan manufaktur yang berbeda dengan perusahaan dagang.

Untuk melihat penggunaan formai ini bisa dilihat pada gambar berikut :

Contoh Harga Pokok Produksi (HPP) Perusahaan Manufaktur

Harga Pokok Produksi (HPP) Perusahaan Manufaktur

Atau melihat secara langsung penggunaannya dalam artikel Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur.

Dengan penjelasan yang singkat ini tentang Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur, kami berharap setidaknya anda mengerti tentang HPP Perusahaan manufaktur, namun juka kurang jelas, silahkan bertanya melalui form komentar!